Selasa, 13 September 2016

MANFAAT DAN BAHAYA MINUM KOPI


Kopi, Coffee Cup, Piala, Secangkir Kopi

Kopi adalah  minuman yang paling disukai oleh masyarakat, dari kalangan bawah hingga kalangan atas dari kalangan pria hingga wanita. Minuman ini dapat mengurangi rasa kantuk. Di Indonesia warung-warung kopi sudah menjamur di berbagai pojok-pojok tempat, dari pinggir jalan hingga swalayan.

Kopi mengandung  kafein, yaitu senyawa kimia alkaloid yang dikenal sebagai trimetilsantin dengan rumus molekul C8H10N4O2. Jumlah kafein yang terkandung dalam teh adalah 1-4,8%, sedangkan pada kopi adalah 1-1,5%.

Manfaat Kopi

Dalam kedokteran, kafein digunakan untuk perangsang kerja jantung dalam meningkatkan produksi urin. Dengan dosis yang rendah kafein berfungsi sebagai pembangkit stamina dan penghilang rasa sakit.

Kafein tidak memperlambat gerak sel-sel tubuh, akantetapi membalikkan semua kerja adenosin sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, namun muncul perasaan segar, sedikit gembira, mata terbuka lebar, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan  hati akan  melepas gula ke aliran darah yang akan membentuk energi ekstra. Karena itulah  minuman-minuman pembangkit stamina kebanyakan mengandung kafein sebagai bahan utamanya.

Bahaya Kopi
Selain manfaatnya kopi juga memiliki bahaya yang sangat besar yaitu :
Peminum kopi ternyata berresiko terkena stroke. Sebuah penelitian yang dimuat dalam journal of neurology, neurosurgry and psychiatry tahun 2002 menyimpulkan bahwa minum lebih dari 5 gelas kopi perhari akan meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada dinding pembuluh darah.

Bagi ibu hamil juga disarankan untuk tidak mengkonsumsi kopi dan makanan yang mengandung kafein. Dikarenakan kafein akan menambah denyut jantung, sehingga janin dapat menyerang plasenta dan masuk dalam sirkulasi darah janin. Dampak terburuknya, yaitu  bisa keguguran.

Dan bagi penderita magh, yaitu yang memiliki penyakit lambung, jangan coba-coba dengan minuman yang satu ini, karena dapat meningkatkan produksi asam lambung, sehingga dinding-dinding lambung dapat terserang dan menimbulkan rasa perih dan mual pada perut.

Maka itu kita harus mengonsumsinya dengan batasan dan tidak berlebihan, sebagaimana agama melarang untuk mengonsumsi apa saja secara berlebihan. Sebab yang berlebihan itu lebih dekat dengan kemudharatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar